Beautiful Plants For Your Interior
Tingkatan Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan keseluruhan variasi makhluk hidup yang terdapat di bumi, mulai dari tingkat genetik, hingga ekosistem. Keanekaragaman ini menjadi dasar utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan kehidupan manusia. Indonesia, sebagai salah satu negara megabiodiversitas di dunia, memiliki kekayaan flora dan fauna yang sangat tinggi, sehingga pemahaman mengenai tingkatan keanekaragaman hayati menjadi penting untuk upaya pelestarian. Tingkatan keanekaragaman hayati meliputi keanekaragaman tingkat gen, keanekaragaman tingkat spesies, dan keanekaragaman tingkat ekosistem.
Gambar 1. Overview 3 Tipe Biodiversitas
Sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/754141900132354431/
1. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen
Gambar 2. Berbagai Macam Ikan Koi
Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/AACo1NUsZeEmHVew6
Perhatikan gambar ikan koi di atas!, mengapa mereka memiliki warna yang berbeda-beda?
Kita dapat melihat variasi ikan koi dari warnanya. Ada yang berwarna putih, putih merah, putih hitam, putih hitam merah, kuning, dan seterusnya. Kira-kira, apa yang menyebabkan terjadinya variasi tersebut?. Adanya variasi warna tersebut disebabkan oleh ekspresi dari gen (fenotip) yang dimiliki oleh ikan koi. Jadi, dalam satu jenis ikan koi ini, variasi dari fenotipnya sangat beragam. Inilah yang kita sebut dengan keanekaragaman hayati tingkat gen.
Keragaman hayati tingkat gen adalah keragaman individu dalam satu jenis atau spesies makhluk hidup. Keragaman gen menyebabkan bervariasinya susunan genetik sehingga berpengaruh pada genotip (sifat) dan fenotip (penampakan luar) suatu makhluk hidup. Keragaman gen menunjukkan adanya variasi susunan gen pada individu-individu sejenis. Gen-gen tersebut mengekspresikan berbagai variasi dari satu jenis makhluk hidup, seperti tampilan pada warna mahkota bunga, ukuran daun, serta tinggi pohon. Misalnya, variasi jenis pisang yang meliputi pisang raja, pisang tanduk, pisang kepok dan lain sebagainya (Ratna et al., 2021).
Variasi dalam spesies ini disebut varietas. Setiap individu tersusun atas banyak gen, bila terjadi perkawinan atau persilangan antar individu yang karakternya berbeda akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya. Hal ini terjadi karena pada saat persilangan akan terjadi penggabungan gen-gen dari masing-masing individu melalui sel kelamin. Hal inilah yang menyebabkan keragaman gen semakin tinggi (Artianti, 2020).
Variasi informasi genetik yang terkandung dalam individu tumbuhan, hewan dan mikroorganisme yang terjadi dalam populasi spesies. Sederhananya itu adalah variasi gen dalam spesies dan populasi. Gen adalah urutan berbeda dari DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang membentuk bagian dari kromosom yang diwariskan keturunan dari orang tua. Keanekaragaman genetik mengacu pada berbagai jenis gen dalam kromosom spesies dan variasinya. Contohnya, sekelompok anjing tertentu termasuk dalam satu spesies tetapi kode genetikanya berbeda. Oleh karena itu terdapat anjing banteng, chihuahua, anjing Great Lane, dan lainnya. Bahkan dengan gen, ada variasi lain dalam hal warna, ukuran, serta bentuk. Jumlah gen meningkat ketika ukuran serta batas lingkungan pada individu tersebut meningkat (Adom et al., 2019).
Tingkat keragaman gen ternyata tidak terdapat pada gen saja, melainkan ada juga faktor lain yang berperan mempengaruhi keragaman ini, yaitu faktor lingkungan. Sifat yang muncul pada setiap individu merupakan interaksi antar gen dengan lingkungan. Dua individu yang memiliki struktur dan urutan gen yang sama, belum tentu memiliki bentuk yang sama pula karena faktor lingkungan memengaruhi penampakan (fenotip) atau bentuk. Contoh lingkungan mempengaruhi keragaman tingkat gen dapat dilihat dari jumlah sel darah merah yang hidup di dataran tinggi dan yang hidup di pantai. Ternyata jumlah sel darah merah orang yang hidup di pegunungan lebih banyak dibandingkan dengan yang hidup di pantai. Hal ini terjadi karena jumlah oksigen di pegunungan lebih sedikit dari pantai. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen orang yang hidup di pegunungan memiliki sel darah merah yang lebih banyak (Artianti, 2020).
Sederhananya, keanekaragaman hayati tingkat gen adalah keanekaragaman yang ada dalam satu spesies. Setiap individu tersusun atas banyak gen, bila terjadi perkawinan atau persilangan antar individu yang karakternya berbeda akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya. Hal ini karena pada saat persilangan, terjadi penggabungan gen-gen dari masing-masing individu melalui sel kelamin. Proses tersebut yang menyebabkan keanekaragaman gen semakin tinggi.
Klik laman berikut, untuk menuju ke materi selanjutnya
Biodiversity around us
Sumber video: https://id.pinterest.com/pin/47569339810134503/
