Keanekaragaman Hayati Tingkat Spesies

    Keanekaragaman tingkat spesies (species diversity) merujuk pada variasi jumlah dan jenis organisme yang terdapat dalam suatu ekosistem. Spesies merupakan unit dasar dalam pengukuran keanekaragaman hayati karena setiap spesies memiliki peran ekologi yang khas. Indikator umum yang digunakan dalam menilai keanekaragaman spesies adalah species richness (jumlah total spesies) dan species evenness (keseimbangan kelimpahan antarspesies). Dengan kata lain, suatu ekosistem dianggap memiliki keanekaragaman tinggi bila tidak hanya memiliki banyak spesies, tetapi juga distribusi populasi tiap spesies yang relatif seimbang (Robert et al., 2008).

    Keanekaragaman hayati tingkat spesies merupakan salah satu aspek penting dalam ekologi dan biologi konservasi untuk mengukur kesehatan ekosistem. Ekosistem dengan variasi spesies yang tinggi cenderung lebih tangguh terhadap perubahan lingkungan dan gangguan eksternal, seperti perubahan iklim atau aktivitas manusia. Spesies-spesies yang berbeda dapat saling melengkapi fungsi ekologis, misalnya dalam rantai makanan, siklus nutrien, dan proses penyerbukan. Oleh sebab itu, kehilangan satu spesies saja bisa memicu ketidakseimbangan yang berdampak pada seluruh sistem (Suripto,  2018).

    Keanekaragaman hayati tingkat spesies lebih mudah diidentifikasi berdasarkan ciri-ciri fisik yang tampak, seperti bentuk tubuh, ukuran, warna, struktur, dan karakteristik lain yang membedakan satu spesies dengan spesies lain. Identifikasi ini juga dilakukan dengan mengamati perilaku serta habitat spesies tersebut. Misalnya, pada kelompok hewan kucing, jenis seperti kucing Persia, Siamese, dan Maine Coon bisa dikenali berbeda melalui bentuk fisik, pola bulu, dan ukuran tubuhnya. Secara umum, klasifikasi spesies sering dilakukan melalui perbedaan morfologi dan anatomi, sehingga keanekaragaman hayati tingkat spesies dapat teridentifikasi secara jelas (Sari, 2022). Perhatikan gambar berikut!

WhatsApp Image 2025-09-01 at 06.03.26
Gambar 3. Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis, Contoh pada Famili Kacang-Kacangan Sumber : https://images.app.goo.gl/QXcmqaAa9CrzX1C98

     Contoh keanekaragaman jenis dapat diamati pada kelompok kacang-kacangan seperti yang ditunjukkan pada gambar 3. Jenis-jenisnya antara lain kacang kapri, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, dan kacang panjang. Sekilas, semua kacang tersebut tampak memiliki bentuk yang serupa, namun sebenarnya masing-masing merupakan spesies yang berbeda. Walaupun semuanya termasuk dalam famili yang sama, yaitu Fabaceae (Leguminosae), mereka berbeda pada tingkat genus dan spesies. Inilah alasan mengapa bentuk, rasa, dan pemanfaatannya berbeda, namun tetap memiliki ciri khas famili Fabaceae seperti menghasilkan polong dan mampu bersimbiosis dengan bakteri penambat nitrogen (Rhizobium).