Literasi lingkungan merupakan kemampuan untuk membaca dan memanfaatkan informasi lingkungan secara tepat, untuk mengantisipasi efek rebound dan untuk beradaptasi sesuai dengan informasi tentang sumber daya lingkungan dan sistem lingkungan. Literasi lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman mendasar tentang sistem lingkungan. Hal ini juga membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang potensi dan batas-batas sistem manusia untuk mengatasi pengaturan penting lingkungan biotik dan abiotik. Selain itu, literasi lingkungan lebih dari sekadar memahami dampak manusia terhadap lingkungan atau menilai dampak bahaya lingkungan (Roland W Scholz, 2011). Literasi lingkungan mencakup pengetahuan, afeksi, keterampilan, dan partisipasi serta berkaitan dengan pemahaman tentang alam, isu-isu lingkungan, dan solusi berkelanjutan (Potter et al., 2008). Aspek dan indikator literasi lingkungan dijelaskan pada Tabel berikut: