Keberlimpahan dan Manfaat Keanekaragaman Hayati yang ada di Lingkungan Sekitar

     Selain berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, keanekaragaman hayati memiliki banyak manfaat lain bagi manusia. Keanekaragaman hayati merupakan sumber pangan, sandang, papan, obat-obatan, bahan kecantikan, dan ekonomi bagi manusia. Selain itu, keanekaragaman hayati juga sebagai sumber ilmu pengetahuan dan plasma nutfah dalam pengembangan varietas unggul dari sebuah spesies. Simak video berikut ini, jika kamu kesulitan dalam memahami bahasa yang digunakan dalam video, silahkan nyalakan subtitle-nya!

     Video tersebut menjelaskan tentang hubungan antara keanekaragaman hayati dengan kondisi ekologis suatu wilayah dan kemampuan prevensinya dalam menghalau perubahan iklim. Nah, keanekaragaman hayati tidak hanya bermanfaat bagi bidang ekologi saja, simaklah uraian berikut ini!

      Keanekaragaman hayati berperan besar dalam membentuk dan menopang budaya lokal, termasuk adat istiadat, kepercayaan, pengetahuan lokal, dan praktik kehidupan sehari-hari. Sejak zaman dahulu, manusia bergantung pada keanekaragaman hayati untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti pangan, pakaian, obat-obatan, dan tempat tinggal. Ketergantungan ini mendorong terbentuknya pengetahuan tradisional dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun, dan terus dijaga melalui praktik sosial serta aturan adat.

     Contohnya, masyarakat Dayak di Kapuas Hulu memiliki puluhan jenis padi lokal yang mereka tanam, pelihara, dan lestarikan sebagai bagian dari identitas budaya mereka. Proses pemilihan benih, waktu bertani, hingga tempat berladang didasarkan pada pengetahuan lokal yang berkaitan erat dengan tanda-tanda alam, seperti bunyi burung nendak (murai batu). Burung ini bahkan dianggap sakral, sehingga dilindungi oleh aturan adat yang melarang penangkapannya.

     Selain itu, upacara Gawai yang dilakukan sebelum musim tanam mencerminkan nilai budaya yang sangat erat kaitannya dengan alam. Dalam upacara ini, berbagai tumbuhan hutan digunakan sebagai perlengkapan ritual, memperlihatkan peran penting keanekaragaman tumbuhan dalam budaya dan spiritualitas masyarakat. Nilai budaya ini juga terlihat dalam larangan menjual hasil panen berupa padi/gabah secara bebas, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan nenek moyang dan upaya menjaga ketahanan pangan.

      Hubungan antara keanekaragaman hayati dan budaya juga tampak dalam sistem perlindungan hutan adat, seperti Hutan Nung dan Hutan Lindung Engkikit, yang dijaga secara tradisional oleh masyarakat. Di sana hidup berbagai satwa liar, termasuk orangutan, yang dihormati dan tidak dianggap hama. Masyarakat secara turun-temurun menjaga kawasan ini bukan hanya karena nilai ekologisnya, tetapi juga karena nilai budaya dan spiritual yang melekat padanya. Contoh lainnya adalah tradisi beternak lebah hutan dengan menggunakan tikung dan lalau, serta mengadakan upacara Timang Lalau sebelum panen madu. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan kepada alam dan lebah sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Praktik ini juga menunjukkan bagaimana budaya dan keanekaragaman hayati saling terkait dan saling menguatkan.

Setelah memahami uraian ini, dapatkan kamu menjelaskan hubungan antara keanekaragaman hayati dengan budaya yang ada di lingkunganmu?

       Secara langsung, keanekaragaman hayati menjadi sumber penghidupan masyarakat lokal, contohnya seperti  daerah Kapuas Hulu yang kaya akan hutan, danau, serta sungai. Hasil-hasil dari alam seperti madu hutan, ikan, tumbuhan obat, buah-buahan lokal, serta hasil anyaman dari rotan dan bambu menjadi komoditas penting yang dijual atau dipertukarkan dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Aktivitas ini mendukung ekonomi rumah tangga, terutama dalam konteks ekonomi pedesaan dan masyarakat adat. Nilai ekonomi keanekaragaman hayati tidak hanya terbatas pada hasil jual-beli langsung (nilai pasar), melainkan juga mencakup manfaat tidak langsung yang sering kali tidak terlihat namun sangat penting. Contohnya adalah peran hutan dalam mengatur tata air dan mencegah banjir, yang secara ekonomi berkontribusi dengan menghindari kerugian besar akibat bencana alam seperti gagal panen atau rusaknya infrastruktur. Keanekaragaman hayati juga mendukung ketahanan pangan dan gizi, karena berbagai jenis tanaman dan hewan lokal memiliki nilai nutrisi yang tinggi dan lebih tahan terhadap kondisi lingkungan lokal dibandingkan varietas impor. Apabila stabilitas keanekaragaman hayati rusak atau spesies tertentu punah, maka akan muncul biaya pengganti (replacement costs), biaya mitigasi (mitigation costs), atau biaya kerugian yang harus dihindari (avoided costs). Misalnya, ketika daerah tangkapan air mengalami degradasi, produktivitas pertanian menurun dan biaya pemulihan ekosistem meningkat, yang semuanya berdampak pada perekonomian masyarakat dan daerah. Simak video berikut ini!