Beautiful Plants For Your Interior
Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem
Keanekaragaman ekosistem menunjukkan variasi bentuk-bentuk ekosistem dalam satu lokasi geografis. Keanekaragaman ekosistem meliputi seluruh habitat, komunitas biologis dan proses ekologis yang berbeda-beda. Istilah ekosistem dapat diartikan sebagai sistem yang terbentuk karena adanya hubungan saling mempengaruhi antara komponen biotik dan abiotik (Elizabeth, et al., 2023). Menurut Odum (1971) ekosistem didefinisikan sebagai setiap unit yang mencakup semua organisme (komunitas) di area tertentu yang saling berinteraksi dengan lingkungannya sehingga terjadi aliran energi di dalamnya.
Sedangkan, Tansley (1935) mendefiniskan ekosistem sebagai suatu unit ekologi yang didalamnya terdapat struktur dan fungsi. Struktur yang dimaksudkan dalam ekosistem tersebut berhubungan dengan keanekaragaman spesies atau species diversity. Fungsi yang dimaksud dalam ekosistem berhubungan dengan siklus materi dan arus energi melalui komponen-komponen ekosistem. Suatu ekosistem bisa sebesar lautan di seluruh dunia, tapi bisa juga sekecil akuarium, bahkan sekecil koloni mikro-organisme di dalam cawan petri di laboratorium, tergantung pada sistem yang kita amati (Elizabeth, et al., 2023).
Keanekaragaman tingkat ekosistem menggambarkan jenis populasi organisme dalam suatu wilayah. Adanya keanekaragaman tingkat ekosistem ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan faktor abiotik serta komposisi jenis populasi organismenya. Ini artinya setiap ekosistem mempunyai keunikan dan ciri khasnya tersendiri. Dimuka bumi, terdapat berbagai macam ekosistem namun secara garis besar ekosistem dapat dibedakan menjadi ekosistem akuatik (air), ekosistem terrestrial (darat), dan ekosistem buatan (Budi et al., 2018).
- Ekosistem akuatik (perairan) adalah tipe ekosistem yang sebagian lingkungan fisiknya didominasi oleh air. Ekosistem akuatik dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu penetrasi cahaya matahari, substrat, temperatur, dan jumlah material terlarut. Akan tetapi, faktor penentu utama dari ekosistem perairan adalah jumlah garam terlarut di dalam air. Jika perairan tersebut sedikit mengandung garam terlarut, maka disebut ekosistem air tawar. Sebaliknya, jika mengandung kadar garam tinggi, maka disebut ekosistem laut.Tipe ekosistem akuatik diantaranya adalah ekosistem air tawar, ekosistem air laut, dan estuari. Perhatikan Gambar 4 berikut!
Gambar 4. Keanekaragaman Hayati Ekosistem Akuatik;
(1) Ekosistem Air Tawar, (2) Ekosistem Air Laut, (3) Estuari
Sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/285415695130034922/
- Ekosistem air tawar, Ekosistem air tawar dibagi menjadi dua yaitu ekosistem air tawar lotik dan lentik. Ekosistem air tawar lotik memiliki ciri airnya berarus. Contohnya adalah sungai. Organisme yang hidup pada ekosistem ini dapat menyesuaikan diri dengan arus air. Produsen utama pada ekosistem ini adalah ganggang. Akan tetapi, umunya organisme lotik memakan detritus yang berasal dari ekosistem darat di sekitarnya. Sedangkan, ekosistem air tawar lentik memiliki ciri airnya tidak berarus. Ekosistem air tawar lentik meliputi rawa air tawar, rawa gambut, kolam, dan danau. Berdasarkan penjelasan tentang ekosistem air tawar, menurutmu Gambar (1) termasuk kedalam ekosistem air tawar lotik atau lentik?
- Ekosistem air laut, Laut merupakan sumber daya alam terluas. Hampir 71% dari permukaan bumi tertutup oleh laut. Rata-rata salinitas (kadar garam) laut adalah 3%, tetapi angka ini bervariasi dari satu wilayah ke wilayah yang lain sesuai dengan kedalaman dan geografinya. Salinitas tertinggi terdapat di daerah tropis. Pada daerah tropis suhu yang tinggi menyebabkan laju penguapan berlangsung cepat sehingga salinitas laut menjadi tinggi. Contohnya, Laut Merah yang memiliki salinitas 4%. Berdasarkan Gambar (2), dapat kita lihat bahwa ekosistem laut sangatlah indah dan menawan dan didalamnya terjadi kesimbangan ekosistem, sehingga berbagai jenis ikan dan ekosistem menyatu bagaikan melodi tersistematis bentuk dan gerakannya.
- Estuari, Ekosistem estuari terdapat pada wilayah pertemuan antara sungai dan laut atau disebut muara Sungai. Muara sungai disebut juga pantai Lumpur. Estuari mamiliki ciri berair payau dengan tingkat salinitas di antara air tawar dan laut. Vegetasi didominasi oleh tumbuhan bakau. Beberapa organisme laut melakukan perkembangbiakan di wilayah ini seperti ikan, udang, dan moluska yang dapat dimakan. Sesungguhnya estuari ini sangat luas dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan catatan lahan ini dikelola. Perhatikan Gambar (3)!, pada wilayah Rembang bagian mana kalian dapat menemukan ekosistem estuari ini?.
2. Ekosistem terestrial (darat) merupakan suatu tipe ekosistem yang sebagian besar lingkungan fisiknya berupa daratan. Ekosistem terrestrial dibedakan berdasarkan iklim dan vegetasi dominan wilayah tersebut. Ekosistem terrestrial memiliki bagian daerah yang luas dengan habitat dan komunitas tertentu, yang disebut bioma. Meskipun batas penyebaran bioma dimuka bumi ini tidak terlalu jelas, namun berdasarkan dominasi vegetasi tumbuhannya, maka dapat dibedakan menjadi bioma tundra, bioma taiga, bioma hutan hujan tropis, bioma savana, bioma gurun, dan bioma hutan gugur (Lianah, 2015).
- Bioma Tundra
Yuk menjelajah bioma tundra melalui Gambar 5 berikut!, Klik gambar tersebut untuk menonton video tentang bioma tundra!.
Setelah mengamati gambar dan video, apa yang kamu ketahui tentang bioma tundra?.
Ya! Bioma tundra memiliki karakteristik yang sangat ekstrim, yaitu memiliki musim dingin yang lebih panjang daripada musim panas. Bioma tundra adalah bioma yang terletak di daerah kutub dan pegunungan tinggi dengan iklim sangat dingin dan kering. Ciri utama bioma tundra adalah suhu yang sangat rendah dengan musim panas yang sangat pendek, sehingga menyebabkan tanah di wilayah ini hampir selalu beku, yang disebut permafrost. Kondisi vegetasi dari bioma tundra sangatlah terbatas, yaitu hanya didominasi oleh lumut, rumput-rumputan, semak rendah, dan ganggang karena kondisi tanah yang beku dan minim nutrisi (Morsdof, 2015).
Keanekaragaman hayati pada bioma tundra cenderung lebih rendah dibandingkan dengan bioma beriklim sedang, namun spesies yang hidup pada bioma tundra telah beradaptasi dengan baik terhadap kondisi ekstrem. Selain itu, wilayah bioma tundra memiliki curah hujan yang terbatas dan sebagian besar berupa salju, sehingga menjadikan lingkungan ini mirip dengan gurun dingin. Meskipun demikian, bioma tundra memiliki peran penting dalam ekologi global karena menyimpan karbon dalam jumlah besar di tanah beku dan sensitif terhadap dampak perubahan iklim (Heijmans et al., 2022).
- Bioma Taiga
Yuk menjelajah bioma taiga melalui Gambar 6 berikut!, Klik gambar tersebut untuk menonton video tentang bioma taiga!
Setelah mengamati gambar dan video, apa yang kamu ketahui tentang bioma taiga?
Ya! Bioma taiga merupakan salah satu bioma terbesar di dunia yang juga dikenal sebagai hutan boreal atau hutan konifer. Bioma ini didominasi oleh pohon-pohon konifer seperti pinus, cemara, dan spruce yang memiliki daun berbentuk jarum, yang mampu bertahan di iklim dingin. Bioma taiga terletak di daerah lintang tinggi terutama di Rusia, Kanada, Alaska, dan sebagian Skandinavia (Zhou et al., 2023).
Ciri utama bioma taiga adalah musim dingin yang sangat panjang dan suhu yang sangat rendah, sedangkan musim panasnya pendek dan relatif hangat. Tanah di bioma taiga biasanya bersifat asam dan minim nutrisi. Bioma taiga juga mengalami gangguan alami seperti kebakaran hutan yang berperan penting dalam siklus ekosistem dan regenerasi hutan. Selain itu, bioma taiga memiliki komunitas mikroba, seperti bakteri dan jamur, yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tersebut. Bioma taiga sangat penting bagi bumi karena menyimpan cadangan karbon yang besar dan berpengaruh dalam sistem iklim global. Bioma ini juga menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna yang beradaptasi dengan kondisi dingin dan lingkungan yang kurang subur (Komarov & Sturm, 2023).
- Bioma Hutan Hujan Tropis
Bioma hutan hujan tropis adalah bioma yang terdapat di daerah tropis dengan curah hujan yang sangat tinggi sepanjang tahun (Budi et al., 2018). Bioma ini memiliki hutan yang lebat dengan pohon-pohon yang sangat rapat dan tinggi. Karakteristik bioma hutan hujan tropis meliputi,
- Curah hujan tinggi, biasanya lebih dari 2000 mm per tahun, yang merata sepanjang tahun.
- Suhu yang hangat dan stabil, biasanya antara 20-30°C sepanjang tahun.
- Keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, menjadi habitat bagi banyak spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.
- Pohon-pohon tinggi yang membentuk kanopi lebat.
- Tanah biasanya miskin nutrisi karena nutrisi cepat terserap oleh vegetasi dan dibawa oleh air hujan.
- Memiliki peran penting dalam siklus karbon dan produksi oksigen global (Corlett & Primack, 2011).
Hutan hujan tropis biasanya ditemukan di wilayah-wilayah sekitar khatulistiwa, seperti Hutan Kongo di Afrika, Hutan Hujan Asia Tenggara termasuk Kalimantan dan Papua di Indonesia, serta Hutan Amazon di Amerika Selatan. Perhatikan Gambar 7 berikut!
- Bioma Sabana
Yuk menjelajah bioma sabana melalui Gambar 8 berikut!, Klik gambar tersebut untuk menonton video tentang bioma sabana!
Setelah mengamati gambar dan video, apa yang kamu ketahui tentang bioma sabana?
Ya! Bioma sabana adalah wilayah ekosistem yang didominasi oleh padang rumput yang luas dengan pohon-pohon yang tersebar atau jarang. Sabana biasanya ditemukan di daerah tropis dan subtropis yang memiliki musim kemarau yang panjang dan musim hujan yang pendek. Bioma ini merupakan peralihan antara hutan dan gurun. Sabana terdapat di wilayah sekitar khatulistiwa, dengan curah hujan lebih rendah daripada hutan hujan tropis (sekitar 90-150 cm per tahun) (Budi et al., 2023).
Vegetasi sabana didominasi oleh rumput dengan semak dan pohon yang tumbuh terpencar. Hewan yang hidup di savana adalah berbagai jenis serangga seperti belalang, kumbang, rayap, herbivora, dan karnivora. Contoh wilayah bioma sabana adalah sebagian besar Afrika Timur dan Selatan, bagian dari Amerika Selatan, dan Australia bagian utara. Sabana juga dapat ditemukan di Indonesia, khususnya pada wilayah dengan iklim kering seperti Jawa Timur (Taman Nasional Baluran, Kawah Wurung, Padang Savana Semeru), Nusa Tenggara (Pulau Sumba, Taman Nasional Komodo, Gunung Rinjani), hingga Papua (Taman Nasional Wasur).
- Bioma gurun
Perhatikan gambar 9 tentang ekosistem pada bioma gurun berikut!
Setelah mengamati Gambar 9, apa yang kamu ketahui tentang bioma gurun?.
Bioma gurun adalah ekosistem yang ditandai oleh curah hujan yang sangat rendah, biasanya kurang dari 250 mm/tahun, sehingga menghasilkan kondisi lingkungan yang sangat kering dan minim air. Vegetasi di bioma gurun sangat terbatas dan didominasi oleh tanaman yang mampu beradaptasi dengan kondisi kering ekstrem, seperti kaktus, perdu berduri, dan tanaman sukulen yang dapat menyimpan air dalam tubuhnya. Gurun tersebar di berbagai wilayah di dunia seperti Gurun Sahara di Afrika, Gurun Arab di Timur Tengah, Gurun Gobi di Asia, serta Gurun Sonora di Amerika Utara (Smith, 2020).
Suhu di gurun dapat sangat ekstrem, dengan suhu siang hari mencapai lebih dari 40°C, dan suhu malam yang sangat dingin akibat minimnya kelembapan. Selain itu, tanah gurun biasanya berupa pasir atau batuan kasar yang miskin nutrisi, sehingga mempersempit kemampuan tumbuhan untuk tumbuh. Hewan-hewan gurun seperti unta, reptil, dan serangga menunjukkan adaptasi khusus agar dapat bertahan hidup, termasuk efisiensi penggunaan air dan kemampuan menghadapi suhu ekstrem. Meskipun tampak tandus dan keras, bioma gurun memiliki keanekaragaman hayati yang unik dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem global serta memengaruhi iklim lokal melalui refleksi sinar matahari oleh permukaan gurun (Whitford, 2002).
- Bioma Hutan Gugur
Perhatikan gambar 10 tentang ekosistem pada bioma hutan gugur berikut!
Setelah mengamati Gambar 10, apa yang kamu ketahui tentang bioma hutan gugur?.
Ya! Bioma hutan gugur, atau temperate deciduous forest, adalah ekosistem yang dicirikan oleh pohon-pohon yang meranggas daunnya pada musim gugur sebagai respons terhadap perubahan musim. Bioma ini umumnya ditemukan di wilayah beriklim sedang dengan empat musim yang jelas, seperti di Amerika Utara, Eropa, dan sebagian Asia Timur. Hutan gugur memiliki suhu yang sedang dengan musim dingin yang cukup dingin dan musim panas yang hangat, serta curah hujan yang cukup merata sepanjang tahun. Vegetasi utama bioma ini terdiri dari pohon-pohon daun lebar seperti ek, beech, maple, dan birch yang mengalami perubahan musim berupa gugur dan pertumbuhan kembali daun (Leadley, et al., 2010).
Tanah di hutan gugur biasanya subur dan mendukung berbagai jenis flora dan fauna. Keanekaragaman hayati di bioma ini cukup tinggi, mendukung berbagai spesies hewan seperti rusa, beruang, burung, serangga, dan mamalia kecil. Perubahan musim menjadi aspek penting yang memengaruhi siklus hidup tumbuhan dan perilaku hewan di bioma ini. Bioma hutan gugur juga berperan sebagai penyimpan karbon penting dan memiliki fungsi ekologis yang krusial dalam menjaga keseimbangan habitat regional dan global (Kamyo, et al., 2021).
Perubahan iklim pada hutan gugur beriklim sedang terbukti mengubah struktur kanopi dan mikroiklim, yang berdampak pada komunitas serangga dan fungsi ekosistem (Vincent et al., 2021). Selain itu, keanekaragaman fungsional tumbuhan berhubungan positif dengan kapasitas penyimpanan karbon, sehingga menjaga variasi spesies sangat penting bagi stabilitas ekosistem. Studi lain di zona peralihan antara hutan gugur dipterokarpa dan hutan montana bawah juga menemukan bahwa perubahan mikroiklim sepanjang gradien ketinggian memengaruhi dinamika anakan dan pohon, sehingga respons hutan gugur terhadap pemanasan global bersifat spesifik lokasi dan perlu pemantauan jangka panjang (Marod et al., 2025).
- Ekosistem buatan
Perhatikan Gambar 10 tentang salah satu contoh ekosistem buatan berikut!
Gambar 10 merupakan contoh dari ekosistem buatan. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang secara sengaja dibentuk oleh manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Contoh ekosistem buatan yaitu bendungan, ekosistem sawah, ekosistem Perkebunan, ekosistem hutan tanaman, dan ekosistem pekarangan campuran. Dapatkah kamu menyebutkan contoh lain dari ekosistem buatan?.
