Glosarium

A

  • Adaptasi: Kemampuan makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup.
  • Animalia: Kingdom dalam taksonomi yang mencakup semua hewan.
  • Arus Energi: Aliran energi dalam ekosistem dari produsen ke konsumen hingga dekomposer.

B

  • Biodiversitas (Keanekaragaman Hayati): Variasi makhluk hidup di bumi mencakup tingkat gen, spesies, dan ekosistem.
  • Bioma: Wilayah ekosistem darat luas dengan iklim dan vegetasi khas, misalnya tundra, taiga, hutan hujan tropis, sabana.
  • Bioprospeksi: Eksplorasi sumber daya hayati untuk menemukan senyawa atau informasi genetik yang bernilai ekonomi dan farmasi.
  • Biosfer: Lapisan bumi tempat berlangsungnya kehidupan (darat, air, udara).

C

D

  • Deforestasi: Hilangnya hutan akibat penebangan, pembakaran, atau alih fungsi lahan.
  • DNA (Deoxyribonucleic Acid): Molekul pembawa informasi genetik makhluk hidup.
  • Divisio: Tingkatan takson pada tumbuhan setara dengan filum pada hewan.

E

  • Ekologi: Ilmu tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya.
  • Ekosistem: Sistem yang terbentuk dari interaksi antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungannya (abiotik).
  • Endemik: Spesies yang hanya hidup di wilayah tertentu dan tidak ditemukan di tempat lain.
  • Estuari: Ekosistem perairan di muara sungai yang bercampur dengan air laut (berair payau).

F

  • Fabaceae (Leguminosae): Famili tumbuhan polong-polongan seperti kacang kedelai, kacang panjang, kacang tanah.
  • Fenotip: Sifat luar makhluk hidup hasil ekspresi gen dan pengaruh lingkungan.
  • Flora: Seluruh jenis tumbuhan di suatu wilayah.
  • Fauna: Seluruh jenis hewan di suatu wilayah.

G

  • Gen: Unit pewarisan sifat dalam DNA.
  • Genetika: Ilmu yang mempelajari pewarisan sifat pada makhluk hidup.
  • Genotip: Susunan genetik suatu individu yang menentukan sifat-sifatnya.
  • Garis Wallace & Weber: Garis khayal yang membagi persebaran fauna Indonesia menjadi Asiatis, Peralihan, dan Australis.

H

  • Habitat: Tempat tinggal alami suatu organisme.
  • Hipotesis: Dugaan sementara yang diajukan sebagai jawaban atas suatu masalah penelitian.
  • Hutan Mangrove: Ekosistem pantai bervegetasi bakau yang berfungsi melindungi pesisir dan habitat biota.

I

K

  • Klasifikasi: Pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan sifat.
  • Kingdom: Tingkatan taksonomi tertinggi, misalnya Animalia, Plantae, Fungi, Protista, Monera.
  • Konservasi In-Situ: Perlindungan spesies di habitat alaminya.
  • Konservasi Ex-Situ: Perlindungan spesies di luar habitat aslinya, misalnya kebun raya, kebun binatang.

L

  • Lentik: Ekosistem air tawar yang tenang (rawa, danau, kolam).
  • Lotik: Ekosistem air tawar yang mengalir (sungai).

M

  • Metode Ilmiah: Proses sistematis penelitian ilmiah: merumuskan masalah, hipotesis, eksperimen, analisis, kesimpulan.
  • Monokultur: Pertanian dengan satu jenis tanaman di lahan luas.
  • Mutasi: Perubahan pada urutan DNA yang dapat menghasilkan variasi genetik.

N

  • Nomenklatur: Aturan penamaan ilmiah makhluk hidup menurut ICN/ICZN.

P

  • Permafrost: Tanah yang selalu beku, khas bioma tundra.
  • Populasi: Kelompok individu sejenis yang hidup pada waktu dan tempat tertentu.
  • Primata (Primates): Ordo mamalia mencakup monyet, kera, dan manusia.
  • Produsen: Organisme autotrof yang mampu menghasilkan makanan sendiri (tumbuhan hijau).

R

  • Richness (Species Richness): Jumlah total spesies dalam suatu ekosistem.
  • Rhizobium: Bakteri yang bersimbiosis dengan kacang-kacangan untuk mengikat nitrogen.

S

  • Spesies: Unit terkecil dalam klasifikasi, kelompok organisme yang dapat berkembang biak menghasilkan keturunan fertil.
  • Suksesi Ekologi: Perubahan komunitas makhluk hidup secara bertahap pada suatu ekosistem.
  • Savanna (Sabana): Bioma berupa padang rumput luas dengan pepohonan jarang.

T

  • Taksonomi: Ilmu pengelompokan dan penamaan makhluk hidup.
  • Tundra: Bioma di daerah kutub/pegunungan tinggi dengan tanah beku (permafrost).
  • Terestrial: Ekosistem darat.