Pembelajaran 1

Mari Menyimak Video Berikut Ini!

Table of Contents

Keterangan Warna pada Tulisan

Oranye: Fase Pembelajaran

Abu-abu: Keterangan materi ajar

Hijau: Indikator KBK

Ungu: Indikator Sikap Ilmiah

Biru muda: Indikator Literasi Lingkungan

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir fase E, siswa memiliki keterampilan berpikir kritis, sikap ilmiah, dan literasi lingkungan serta kemampuan menciptakan solusi atas permasalahan-permasalahan berdasarkan isu lokal, nasional, atau global terkait pemahaman keanekaragaman makhluk hidup, dan peranannya, virus dan peranannya, inovasi teknologi Biologi, komponen ekosistem dan interaksi antar komponen serta perubahan lingkungan.

Uraian Materi

Rangkuman Materi

Sumber gambar: https://id.pinterest.com/pin/17451517302241225/

     Keanekaragaman hayati atau biodiversitas merupakan variasi kehidupan makhluk hidup di bumi yang mencakup gen, spesies, dan ekosistem. Konsep ini  mencerminkan kekayaan alam yang menopang kehidupan manusia dan keseimbangan lingkungan. Selain itu, konsep ini sangat fundamental karena keanekaragaman hayati menopang fungsi ekologis bumi, menyediakan sumber daya penting bagi manusia, serta memiliki nilai budaya dan estetika yang tinggi.

     Keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkatan. Pertama adalah keanekaragaman gen, yang mencerminkan perbedaan genetik di antara individu dalam satu spesies, memungkinkan adaptasi dan evolusi. Kedua, keanekaragaman jenis atau spesies, mengacu pada jumlah dan kelimpahan relatif dari berbagai spesies yang berbeda di suatu area. Ketiga adalah keanekaragaman ekosistem, yang meliputi variasi habitat dan komunitas biologis yang berbeda, seperti hutan hujan, terumbu karang, atau padang gurun, di mana setiap ekosistem memiliki interaksi unik antara spesies dan lingkungan fisiknya.

     Secara spesifik, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas di dunia berkat letak geografisnya di daerah tropis dan bentuk kepulauan yang luas, menciptakan beragam kondisi lingkungan yang mendukung kekayaan spesies luar biasa. Tingkat endemisitas di Indonesia sangat tinggi, artinya banyak spesies tumbuhan dan hewan hanya dapat ditemukan di sini, seperti orangutan, komodo, dan badak bercula satu. Keanekaragaman ini juga dipengaruhi oleh garis biogeografis seperti Garis Wallace yang memisahkan fauna bercorak Asia di barat dengan corak Australasia di timur. Meskipun kaya, keanekaragaman hayati Indonesia menghadapi tantangan besar akibat deforestasi, perburuan liar, dan perubahan iklim, yang mengancam kelestarian banyak spesies dan ekosistem uniknya. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia menjadi krusial bukan hanya untuk kelestarian lingkungan global, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan sumber daya dan keseimbangan ekosistem bagi generasi mendatang.

Video Pembelajaran

Video Pembelajaran

3 Videos

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

LKPD Kel 1
LKPD Kel 2
LKPD Kel 3
LKPD Kel 4
LKPD Kel 5
LKPD Kel 6