Beautiful Plants For Your Interior
Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Tahukah kalian, bahwa Indonesia termasuk negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi kedua setelah Brazil?
Indonesia secara astronomis terletak pada posisi 6° LU (Lintang Utara) – 11° LS (Lintang Selatan) dan 95° BT (Bujur Timur) – 141° BT (Bujur Timur) sehingga Indonesia memiliki iklim tropis. Wilayah Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dan cahaya matahari sepanjang tahun. Keadaan inilah yang mendukung hidupnya berbagai organisme sehingga Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.
Indonesia sebagai negara kepulauan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, meliputi 22 tipe ekosistem dari darat hingga laut. Wilayah daratnya menjadi habitat bagi 9,7% tumbuhan berbunga dunia, 15% mamalia, 9% reptil, 6% amfibi, 17% burung, dan 9% ikan air tawar. Kekayaan keanekaragamana hayati Indonesia juga meliputi wilayah laut, yang berada di pusat Segitiga Terumbu Karang. Tempat tersebut, menjadi rumah bagi 16,6% ikan laut, 28,9% mamalia laut, 56% reptil laut, serta 10% karang dunia.
Keanekaragaman ini berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem, mendukung pendidikan dan budaya, menyediakan sumber penghidupan, serta memiliki potensi besar untuk pangan, obat, energi, dan material. Menyadari hal ini, pemerintah Indonesia menetapkan keanekaragaman hayati sebagai modal utama pembangunan berkelanjutan sekaligus pendorong transisi menuju ekonomi hijau untuk mewujudkan Visi Indonesia 2045: negara maju dengan ekonomi berkelanjutan dan PDB terbesar kelima di dunia (Bappenas, 2024). Keanekaragaman hayati Indonesia yang dirangkum berdasarkan IBSAP 2025-2045 dapat dilihat pada Tabel 1 berikut.
Tabel 1. Keanekaragaman Hayati Indonesia yang dirangkum berdasarkan IBSAP 2025-2045
Kategori | Data/Informasi |
Status Global | Negara Mega-Biodiversity peringkat ke-2 dunia. |
Ekoregion Darat | 7 wilayah: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali–Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Papua. |
Jumlah Tipe Ekosistem | 22 tipe ekosistem alami. |
Tipe Vegetasi | 98 tipe vegetasi alami. |
Keanekaragaman Spesies Darat | – 9,7% tumbuhan berbunga dunia – 14% mamalia dunia – 8,7% reptil dunia – 6,3% amfibi dunia – 18,6% burung dunia – 8,9% ikan air tawar dunia. |
Keanekaragaman Spesies Laut | – 4 dari 25 hotspot keanekaragaman hayati laut dunia – Luas laut: 6,4 juta km² – ±17.504 pulau, 432 bentang laut fungsional – 16% ikan laut dunia – 38,89% mamalia laut dunia – 56,56% reptil laut dunia – 10,54% karang dunia. |
Letak Strategis | Terletak di tengah Coral Triangle (Segitiga Terumbu Karang) sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia. |
Nilai Sosial-Budaya | – 1.300 suku bangsa – 654 bahasa daerah – Keanekaragaman hayati digunakan dalam upacara adat, keagamaan, sandang, pangan, papan, pengetahuan lokal. |
Kontribusi Ekonomi | Sektor pertanian (termasuk kehutanan & perikanan) menyumbang 12,57% PDB (2023) |
Ancaman Utama | Perubahan tata guna lahan dan laut, pemanfaatan berlebihan, pencemaran, jenis asing invasif, perubahan iklim, hilangnya habitat (prediksi turun dari 80,3% pada 2000 menjadi 49,7% pada 2045). |
Sumber: Bappenas (2024)
Keanekaragaman fauna di Indonesia sangat tinggi. Fauna Indonesia dibagi ke dalam tiga wilayah, yaitu wilayah barat (Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya), wilayah tengah (Sulawesi dan Nusa Tenggara), dan wilayah timur (Papua dan pulau-pulau di sekitarnya). Tipe fauna di Indonesia dibedakan berdasarkan tiga zona persebaran geografis yang ditentukan oleh dua garis khayal, yaitu Garis Wallace dan Garis Weber. Ketiga tipe fauna tersebut adalah Fauna Asiatis di Indonesia bagian barat, Fauna Peralihan di bagian tengah, dan Fauna Australis di bagian timur, dengan ciri-ciri khas hewan yang berbeda di setiap wilayahnya (Whitten, 2002).
Hewan di wilayah barat memiliki ciri-ciri yang sama dengan hewan yang ada di benua Asia, sehingga disebut dengan hewan asiatis. Hewan asiatis biasanya berupa mamalia berukuran besar seperti gajah, badak, dan orang utan. Hewan di wilayah timur memiliki ciri-ciri seperti hewan di benua Australia sehingga disebut dengan hewan australis. Hewan australis biasanya berupa hewan mamalia berukuran kecil seperti kuskus, hewan berkantung seperti walabi, dan burung berbulu indah seperti cendrawasih. Berbeda halnya dengan hewan di wilayah tengah, hewan ini memiliki ciri-ciri peralihan antara hewan asiatis dengan hewan australis, sehingga disebut sebagai hewan tipe peralihan. Contohnya komodo, anoa, dan maleo (Niken et al., 2023). Gambar 11 berikut adalah contoh hewan-hewan yang termasuk kedalam kategori tipe hewan asiatis, autralis, dan tipe peralihan.
Selain kaya akan keanekaragaman fauna, Indonesia juga kaya akan keanekaragaman flora. Beberapa tumbuhan di Indonesia merupakan tumbuhan endemik yang tidak ditemukan di mana pun selain di Indonesia. Kekayaan flora ini berkaitan erat dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan berbagai ekosistem, mulai dari hutan hujan tropis, pegunungan, hingga sabana. Contoh beberapa flora endemik Indonesia beserta keterangannya dapat diamati pada Tabel 2 berikut!
Tabel 2. Contoh Flora Endemik Indonesia
Berdasarkan dokumen IBSAP 2025–2045, ekosistem alami Indonesia mencakup 22 tipe ekosistem yang tersebar di tujuh ekoregion besar, mulai dari ekosistem daratan, perairan tawar, hingga laut. Keanekaragaman ini mencakup hutan hujan tropis dataran rendah dan pegunungan, hutan rawa gambut, mangrove, savana, hutan monsun, padang lamun, terumbu karang, serta ekosistem khas seperti kerangas, sub-alpin, dan gua. Setiap ekosistem memiliki karakteristik fisik, iklim, dan komposisi spesies yang unik, termasuk banyak spesies endemik yang hanya ditemukan di wilayah tertentu. Ekosistem-ekosistem ini tidak hanya menjadi habitat bagi flora dan fauna, tetapi juga menyediakan jasa ekosistem penting seperti penyediaan pangan, pengaturan iklim, perlindungan pantai, penyimpanan karbon, dan penopang budaya lokal. Keberadaan dan kelestarian ekosistem alami ini menjadi fondasi utama bagi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tipe ekosistem alami di Indonesia beserta contoh flora dan fauna yang menghuni ekosistem tersebut dapat dilihat pada Tabel 3 berikut.
Tabel 3. Tipe Ekosistem Alami dan Contoh Flora dan Fauna di Indonesia
No | Tipe Ekosistem | Contoh Flora | Contoh Fauna |
1 | Hutan hujan dataran rendah | Meranti, Ramin | Orangutan, Harimau Sumatera |
2 | Hutan hujan pegunungan | Puspa, Rasamala | Owa Jawa, Burung Jalak Bali |
3 | Hutan rawa gambut | Jelutung, Sagu | Bekantan, Rangkong |
4 | Hutan mangrove | Rhizophora, Avicennia | Kepiting bakau, Lutung |
5 | Padang lamun | Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii | Dugong, Penyu hijau |
6 | Terumbu karang | Acropora, Porites | Ikan napoleon, Hiu karang |
7 | Hutan monsun | Jati, Sono keling | Rusa timor, Ayam hutan |
8 | Sabana | Alang-alang, Rumput teki | Banteng, Komodo |
9 | Hutan kerangas | Nepenthes, Kayu besi | Kucing hutan, Elang laut |
10 | Hutan pantai | Kelapa, Ketapang | Kelelawar buah, Burung camar |
11 | Danau | Teratai, Eceng gondok | Ikan gabus, Belibis |
12 | Sungai | Kiapu, Kiambang | Ikan arwana, Buaya muara |
13 | Hutan rawa air tawar | Rumbia, Gelam | Berang-berang, Bangau |
14 | Gunung berapi | Edelweis, Cemara gunung | Jalak suren, Landak |
15 | Rawa asin | Rumput laut, Bakau api-api | Udang, Burung kuntul |
16 | Padang pasir pesisir | Rumput ilalang, Lantana | Cicak pasir, Ular pasir |
17 | Hutan sub-alpin | Pinus, Cantigi | Burung alap-alap, Musang |
18 | Hutan alpin | Lumut kerak, Edelweis | Tikus gunung, serangga endemik |
19 | Ekosistem gua | Lumut gua, Jamur gua | Kelelawar, Walet gua |
20 | Hutan rawa pasang surut | Nipah, Pandanus | Ikan belanak, Kepiting |
21 | Ekosistem pesisir berbatu | Rumput laut, Alga merah | Kerang, Bintang laut |
22 | Padang rumput | Rumput gajah, Rumput jarum | Kuda liar, Burung puyuh |
Sumber: Bappenas (2024)
Sungguh luar biasa kekayaan alam Indonesia bukan?. Betapa beruntungnya kita menjadi warga negara Indonesia. Kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena lahir di negeri yang kaya akan keanekaragaman hayati. Bentuk wujud syukur kita dapat dilakukan melalui langkah-langkah kecil yang kita lakukan untuk melestarikan Keanekaragaman Hayati tersebut!.
